Tampilkan postingan dengan label Share Ilmu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Share Ilmu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Februari 2013

Pengertian OSI layer


Terdapat 7 layer pada model OSI. Setiap layer bertanggungjawwab secara khusus pada proses komunikasi data. Misal, satu layer bertanggungjawab untuk membentuk koneksi antar perangkat, sementara layer lainnya bertanggungjawab untuk mengoreksi terjadinya “error” selama proses transfer data berlangsung.
Model Layer OSI dibagi dalam dua group: “upper layer” dan “lower layer”. “Upper layer” fokus pada applikasi pengguna dan bagaimana file direpresentasikan di komputer. Untuk Network Engineer, bagian utama yang menjadi perhatiannya adalah pada “lower layer”. Lower layer adalah intisari komunikasi data melalui jaringan aktual.
 
Modularity
“Modularity” mengacu pada pertukaran protokol di level tertentu tanpa mempengaruhi atau merusak hubungan atau fungsi dari level lainnya.
Dalam sebuah layer, protokol saling dipertukarkan, dan memungkinkan komunikasi terus berlangsung. Pertukaran ini berlangsung didasarkan pada perangkat keras “hardware” dari vendor yang berbeda dan bermacam-macam alasan atau keinginan yang berbeda.
7 Layer OSI
Model OSI terdiri dari 7 layer :
  • Application
  • Presentation
  • Session
  • Transport
  • Network
  • Data Link
  • Physical
Apa yang dilakukan oleh 7 layer OSI ?
Ketika data ditransfer melalui jaringan, sebelumnya data tersebut harus melewati ke-tujuh layer dari satu terminal, mulai dari layer aplikasi sampai physical layer, kemudian di sisi
Penerima data tersebut melewati layer physical sampai aplikasi. Pada saat data melewati satu layer dari sisi pengirim, maka akan ditambahkan satu “header” sedangkan pada sisi penerima “header” dicopot sesuai dengan layernya.
Model OSI
Tujuan utama penggunaan model OSI adalah untuk membantu desainer jaringan memahami fungsi dari tiap-tiap layer yang berhubungan dengan aliran komunikasi data. Termasuk jenis-jenis protoklol jaringan dan metode transmisi.
Model dibagi menjadi 7 layer, dengan karakteristik dan fungsinya masing-masing. Tiap layer harus dapat berkomunikasi dengan layer di atasnya maupun dibawahnya secara langsung melalui serentetan protokol dan standard.

Model OSI
Keterangan
osilayers_1.gif
Application Layer: Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna. Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara program komputer, seperti program e-mail, dan service lain yang jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer lainnya.
osilayers_2.gif
Presentation Layer: Bertanggung jawab bagaimana data dikonversi dan diformat untuk transfer data. Contoh konversi format text ASCII untuk dokumen, .gif dan JPG untuk gambar. Layer ini membentuk kode konversi, translasi data, enkripsi dan konversi.
osilayers_3.gif
Session Layer: Menentukan bagaimana dua terminal menjaga, memelihara dan mengatur koneksi,- bagaimana mereka saling berhubungan satu sama lain. Koneksi di layer ini disebut “session”.
osilayers_4.gif
Transport Layer: Bertanggung jawab membagi data menjadi segmen, menjaga koneksi logika “end-to-end” antar terminal, dan menyediakan penanganan error (error handling).
osilayers_5.gif
Network Layer: Bertanggung jawab menentukan alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, dan menjaga antrian trafik di jaringan. Data pada layer ini berbentuk paket.
osilayers_6.gif
Data Link Layer: Menyediakan link untuk data, memaketkannya menjadi frame yang berhubungan dengan “hardware” kemudian diangkut melalui media. komunikasinya dengan kartu jaringan, mengatur komunikasi layer physical antara sistem koneksi dan penanganan error.
osilayers_7.gif
Physical Layer: Bertanggung jawab atas proses data menjadi bit dan mentransfernya melalui media, seperti kabel, dan menjaga koneksi fisik antar sistem.

IP Address adalah alamat yang diberikan ke jaringan dan peralatan jaringan yang menggunakan protocol TCP/IP. IP Address terdiri dari 32 bit angka biner yang dapat dituliskan sebagai empat angka desimal yang dipisahkan oleh tanda titik seperti 192.16.10.1.

Oleh karena protocol IP adalah protocol yang paling banyak dipakai untuk meneruskan (routing) informasi didalam jaringan komputer satu dengan lain, maka kita harus benar-benar memahami IP address ini. Namun pengertian IP address dan subnetting sering agak membingungkan pemakai. Oleh sebab itu dalam disini akan diuraikan tahap demi tahap konsep IP address tersebut dengan harapan agar anda dapat mengerti cara penggunaan nya dengan baik.
Read more >>

Konfigurasi 2 Router Menggunakan Cisco Paket Tracer




Intinya adalah, EIGRP ini berfungsi untuk menghubungkan router 1 yaitu kampus A dengan router yang lain yang saya beri nama kampus B dengan cara mengenalkan network-network pada setiap interface yang berada pada router itu sendiri…
ya, kurang lebihnya kayak pengaturan gateway pada setiap kompi gitu….pembahasan network ini sendiri yang sedikit rumit, disini langsung saja saya pilihkan contoh kasus yang mudah, sedangkan untuk network, akan saya coba membahasnya pada artikel selanjutnya, intinya alamat network itu tidak bias dipakai pada jaringan sama halnya seperti broadcast.
Langkah-langkah :
1. Atur ip address PC01 menjadi 192.168.1.2 dengan subnet mask 255.255.255.0 gateway 192.168.1.3
2. Atur ip address PC02 menjadi 172.10.10.10 dengan subnet mask 255.255.0.0 gateway 172.10.10.20
3. Klik 2x router dan atur setiap interfacenya dengan masuk pada tab CLI…
4. Misal pada router 0 :
a. Jika ada pertanyaan awal ketik ‘no’ aja
b. Kemudian Enter dan Enter sampai muncul seperti ini…
c. Router>enable --> ‘mengaktifkan router’
d. Router#configure terminal --> ‘configurasi router’
e. Router(config)#interface fa 0/0 --> ‘mengaktifkan ethernet 0/0’ – sesuaikan dengan pengaturan awal 0/0 atau 0/1’
f. Router(config-if)#ip address 192.168.1.3 255.255.255.0 --> ‘memberikan ip address dan subnet mask’
g. Router(config-if)#no shutdown --> ‘router tidak boleh mati’
h. Router(config-if)#exit --> ‘keluar dari Ethernet 0/0’
i. Router(config)#interface fa 0/1 --> ‘mengaktifkan Ethernet 0/1’
j. Router(config-if)#ip address 192.168.0.1 255.255.255.252 --> ‘memberikan ip address dan subnet mask’
k. Router(config-if)#no shutdown --> ‘router tidak boleh mati’
l. Router(config-if)#exit --> ‘keluar dari Ethernet 0/1’
m. Router(config)#exit --> ‘keluar dari konfigurasi router’
n. Router#write --> ‘menyimpan perintah-perintah sebelumnya agar router dapat berjalan normal’

5. Lakukan hal yang sama pada router 1 :
a. Jika ada pertanyaan awal ketik ‘no’ aja
b. Kemudian Enter dan Enter sampai muncul seperti ini…
c. Router>enable
d. Router#configure terminal
e. Router(config)#interface fa 0/0
f. Router(config-if)#ip address 172.10.10.20 255.255.0.0
g. Router(config-if)#no shutdown
h. Router(config-if)#exit
i. Router(config)#interface fa 0/1
j. Router(config-if)#ip address 192.168.0.2 255.255.255.252
k. Router(config-if)#no shutdown
l. Router(config-if)#exit
m. Router(config)#exit
n. Router#write
6. Oke, pengaturan ip addres pada setiap router sudah dilakukan, namun, hal ini tidak serta merta PC01 dan PC02 langsung terhubung, coba aja diping, pasti RTO alias ‘Request Time Out
7. Selanjutnya adalah setting EIGRP…
8. Pada router 0
a. Press RETURN to get started. --> ‘langsung aja enter’
b. Router>enable --> ‘mengaktifkan router kembali’
c. Router#configure terminal --> ‘masuk pada konfigurasi router’
d. Router(config)#router eigrp 10 --> ‘masuk pada pengaturan router eigrp 10’
e. Router(config-router)#network 192.168.1.0 --> ‘atur network gateway atau fa 0/0’
f. Router(config-router)#network 192.168.0.0 --> ‘atur network fa 0/1’
g. Router(config-router)#exit --> ‘keluar dari konfigurasi router eigrp’
h. Router(config)#exit --> ‘keluar dari konfigurasi router’
i. Router#write --> ‘lakukan penyimpanan’
9. Lanjut pada router 1
a. Press RETURN to get started. --> ‘langsung aja enter’
b. Router>enable
c. Router#configure terminal
d. Router(config)#router eigrp 10
e. Router(config-router)#network 172.10.0.0
f. Router(config-router)#network 192.168.0.0
g. Router(config-router)#exit
h. Router(config)#exit
i. Router#write
10. Kalo sudah, sekarang coba kita ping dari pc01 ke pc02…langsung aja ya…
Read more >>

Basic Piramida Keamanan Jaringan





Keamanan komputer memiliki cabang-cabang yang banyak. Dalam masalah pengamanan sistem, banyak yang harus diperhatikan. Seperti database, keamanan data, keamanan komputer, keamanan perangkat komputer, keamanan aplikasi, keamanan jaringan, dan keamanan informasi. Tingkat keamanan tersebut dapat digambarkan dalam bentuk tingkatan piramida keamanan.



1. Keamanan level 0
Merupakan keamanan fisik (physical security) sebagai tahap awal dari komputer security. Keamanan fisik merupakan jendela awal dari keamanan selanjutnya. Jika fisik terjaga, maka data-data dan hardware komputer otomatis akan dapat diamankan.
2. Keamanan Level 1
Terdiri dari database security, data, computer, device, dan application security. Untuk mengamankan database, komponen lainnya memiliki peran yang penting. Misal, jika kita ingin database aman, maka kita harus memperhatikan dahulu apakah application yang dipakai untuk membuat desain database tersebut merupakan application yang sdah diakui keamanannya, misalnya seperti Oracle. Kemudian kita memperhatikan data security. Data security adalah cara mendesain database tersebut. Seorang desainer database yang profesional memikirkan kemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pada masalah keamanan dari database tersebut. Selanjutnya, device security merupakan alat-alat yang dipakai agar keamanan dari komputer terjaga, juga keamanan komputer tersebut. Keamanan komputer disini merupakan keamanan dari orang-orang yang tidak berhak untuk mengakses komputer tempat database tersebut.
3. Keamanan Level 2
Keamanan level 2 adalah network security, yang merupakan keamanan dari komputer yang terhubung ke jaringan, seperti LAN, WAN, maupun internet. Karena, komputer yang terhubung ke jaringan sangat rentan terhadap serangan, karena komputer server bisa diakses menggunakan komputer client. Oleh karena itu, setelah keamanan level 1 selesai dikerjakan maka keamanan level 2 harus dirancang supaya tidak terjadi kebocoran jaringan, akses ilegal, dan perbuatan-perbuatan yang dapat merusak keamanan tersebut.
4. Keamanan level 3
Keamanan level 3 adalah information security, yaitu keamanan iformasi-informasi yang kadang kala tidak begitu dipedulikan oleh administrator atau pegawai seperti memberikan password ke teman, kertas-kertas bekas transaksi, dsb. Namun hal tersebut bisa menjadi sangat fatal jika informasi tersebut diketahui oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
5. Keamanan level 4
Keamanan level 4 merupakan keamanan secara keseluruhan dari komputer. Jika level 1-3 sudah dikerjakan dengan baik, maka otomatis keamanan untuk level 4 sudah terpenuhi. Jika salah satu dari level tersebut belum bisa terpenuhi, maka masih ada lubang keamanan yang bisa diakses. Meskipun seluruh level telah memenuhi syaratpun masih belum menutup kemungkinan adanya penyusup atau
user ilegal. (C.J)
Read more >>

Pengertian Iptables


IpTables adalah salah satu aplikasi linux, yang berfungsi untuk firewall. Kegunaanya untuk memfiltering semua data yang melewatinya. Dengan aplikasi ini, kita bisa memblokir data yang masuk, atau mengijinkan data yang keluar. Selain IpTables, juga bisa menggunakan shorewall.
Seperti namanya, firewall atau tembok api yang melindungi jaringan lokal dari jaringan luar atau Internet. Untuk mencegah ulah para cracker yang ingin meretas ke suatu sistem jaringan.
Firewall ada yang berbentuk piranti lunak (software). Dan ada juga yang berbentuk piranti keras, yang sudah di implementasikan kedalam sistemnya. Router juga termasuk dalam firewall.
Langsung saja kedalam konfigurasinya,
a. Block incomming Ip Address,
iptables -A INPUT -s 192.168.10.1 -j DROP
b. Block outgoing Ip Address,
iptables -A OUTPUT -p tcp -d 192.168.10.2 -j DROP
Dalam pembahasan selanjutnya, kita akan mengkonfigurasi pemblokiran port. Sebelumnya, anda harus mengetahui terlebih dahulu, nama-nama protokol besertar nomor portnya.
Komputer kita terdapat kurang-lebih 35.000 nomor port. Dan berikut beberap port yang sering dipakai.
  1. HTTP (80)
  2. HTTPS (443)
  3. SMTP (25)
  4. SSH (22)
  5. POP3 (110)
  6. IMAP (143)
  7. DNS (53)
  8. TELNET (23)
  9. FTP (21)
  10. TFTP(69)
c. Block incomming port, (misal kita blok ftp)
iptables -A INPUT -p tcp --destination-port 21 -j DROP
##dari interface tertentu saja
iptables -A INPUT -i eth1 -p tcp --destination-port 21 -j DROP
##dari subnet atau ip tertentu
iptables -A INPUT -i eth0 -p tcp --destination-port 21 -s 192.168.10.0/24 -j DROP
##pengecualian ip yang boleh akses
iptables -A INPUT -p tcp -i eth1 -s ! 192.168.10.2 --dport 21 -j DROP

d. Blok outgoing  port, misal (HTTP)
iptables -A OUTPUT -p tcp --dport 80 -j DROP

e. Membuat Dropped Log file.
iptables -A INPUT -m limit --limit 5/min -j LOG --log-prefix "PORT 80 DROP: "--log-level 7
iptables -A INPUT -p tcp --destination-port 80 -j DROP

Nah, sekarang bagaimana kita memblok ip hacker 119.2.47.20 yang mengakses port SSH (22)?
iptables -A INPUT -s 119.2.47.20 -i eth1 -p tcp -m state --state NEW -m tcp --dport 22 -j DROP
Read more >>

Kamis, 26 April 2012

ISTILAH - ISTILAH


>) ASCII (American Standard Code for Information Interchange) 
Merupakan suatu standar internasional dalam kode huruf dan simbol seperti Hex dan Unicode tetapi ASCII lebih bersifat universal, contohnya 124 adalah untuk karakter "|". Ia selalu digunakan oleh komputer dan alat komunikasi lain untuk menunjukkan teks. Kode ASCII sebenarnya memiliki komposisi bilangan biner sebanyak 8 bit. Dimulai dari 0000 0000 hingga 1111 1111. Total kombinasi yang dihasilkan sebanyak 256 , dimulai dari kode 0 hingga 255 dalam sistem bilangan Desimal.

>(JPEG) 
 Joint Photographic Experts Group merupakan skema kompresi file bitmap.[1] Awalnya, file yang menyimpan hasil foto digital memiliki ukuran yang besar sehingga tidak praktis.[1] Dengan format baru ini, hasil foto yang semula berukuran besar berhasil dikompresi (dimampatkan) sehingga ukurannya kecil.[1]
>)QuickTime adalah format berkas (file) video yang kompatibel untuk sistem operasi Windows maupun Macintosh

>)TIFF (Tagged Image Format File)
 merupakan format gambar terbaik dengan pengertian bahwa semua data dan informasi (data RGB, data CMYK, dan lainnya) yang berkaitan dengan koreksi atau manipulasi terhadap gambar tersebut tidak hilang.

>)PICT merupakan format berkas (file) default Apple Macintosh yang tersedia untuk aplikasi grafik yang dijalankan pada sebuah platform Macintosh
>)Musical Instrument Digital Interface (MIDI) 
merupakan sebuah standar hardware dan software internasional untuk saling bertukar data (seperti kode musik danMIDI Event) di antara perangkat musik elektronik dan komputer dari merek yang berbeda.
>)POP3 (Post Office Protocol version 3) adalah protokol yang digunakan untuk mengambil surat elektronik (email) dari server email.\

>)IMAP (Internet Message Access Protocol) 
merupakan protokol standar untuk mengakses/mengambil e-mail dari server. IMAP memungkinkan pengguna memilih pesan e-mail yang akan ia ambil, membuat folder di server, mencari pesan e-mail tertentu, bahkan menghapus pesan e-mail yang ada.

>)FTP merupakan salah satu protokol Internet yang paling awal dikembangkan, dan masih digunakan hingga saat ini untuk melakukan pengunduhan (download) dan penggugahan (upload) berkas-berkas komputer antara klien FTP dan server FTP.
>)Hypertext Transfer Protocol (HTTP) adalah sebuah protokol jaringan lapisan aplikasi yang digunakan untuk sistem informasi terdistribusi, kolaboratif, dan menggunakan hipermedia. 
>)X-Windows (atau X11 atau X) adalah sistem grafis dan windowing bagi sistem operasi UNIX dan sistem-operasi-mirip-UNIX yang dikembangkan di Massachusetts Institute of Technology (MIT) sejak tahun 1984.
>)SQL (Structured Query Language)
sebuah bahasa yang digunakan untuk mengakses data dalam basis data relasional. Bahasa ini secara de facto merupakan bahasa standar yang digunakan dalam manajemen basis data relasional. Saat ini hampir semua server basis data yang ada mendukung bahasa ini untuk melakukan manajemen datanya.
>)NetBEUI singkatan dari istilah dalam bahasa Inggris: NetBIOS Extended User Interface, adalah sebuah protokol jaringan yang dikembangkan oleh International Business Machine Corporation (IBM) dan Microsoft Corporation pada tahun 1985 yang digunakan untuk jaringan lokal (LAN) yang terdiri atas komputer hingga 200 stasiun kerja. NetBEUI sendiri adalah ekstensi dari protokol NetBIOS.
>)Transmission Control Protocol (TCP) 
suatu protokol yang berada di lapisan transpor (baik itu dalam tujuh lapis model referensi OSI atau model DARPA) yang berorientasi sambungan (connection-oriented) dan dapat diandalkan (reliable). TCP dispesifikasikan dalam RFC 793.
>)UDP, singkatan dari User Datagram Protocol, adalah salah satu protokol lapisan transpor TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa koneksi (connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Protokol ini didefinisikan dalam RFC 768

Read more >>

Selasa, 17 April 2012

Remedial Bu dian


SOAL 
  1. sebutkan 2 topologi yang berbeda beserta kelebihannya ! (masing" 2 kelebihan tiap topologi)
  2. sebutkan 4 sifat serat optik !
  3. sebutkan urutan kabel straight dan cross !
  4. gambarkan susunan OSI layer !
  5. sebutkan nama OSI layer  ke 5 beserta fungsi dan contoh pelayanan (protokol) !
  6. sebutkan tangggung jawab TCP dan IP pada TCP/IP !
  7. Apa yang dimaksud dengan : A. ASCII , B. Bandwith , C. Bit , D. Byte , E. MAC
  8. sebutkan dan jelaskan 3 pesan potensial yang sring timbul pada jarringan !
  9. sebutkan pembagian private IP adress berdasarkan kelasnya beserta range IPnya !
  10. gambarkan 2 topologi berbeda yang dihubungkan dengan perangkat jaringan ! (masing" topologi terdiri dari 6 komputer) 

JAWABAN 
  1. a. Topologi star
   - tingkat keamanan termasuk tinggi 
    - tahan terhadap lalu lintas jaringan yg sibuk 
       
        b. Topoologi Linier 
    - hemat kabel 
    - tidak butuh kendali pusat    
   
  2. - memiliki serat inti kaca sebagai saluran untuk menyalurkan sinyal 
        -memiliki bandwith yg lebar 
        - sering di pakai sebagai saluran backbone 
        - tidak terpengaruh oleh cuaca panas 
   
  3. a.kabel straight                                   b.kabel cross 
         1) putih orange                                    3) putih hijau
         2) orange                                             6) hijau 
         3) putih hijau                                       1) putih orange 
         4) biru                                                  4) biru 
         5) putih biru                                         5) putih biru 
         6) hijau                                                 2) orange 
         7) putih coklat                                      7) putih coklat 
         8) coklat                                                8) coklat

   4. susunan OSI layer : 
 
   

   5. session = -menyediakan mekanisme pengaturan dialog antar aplikasi 
                      -mengatur bagaimana mengembalikan hubungan yg terputus 
         contoh pelayanan : XWINDOWS , SQL , RPC , Netbeui 
   
   6. - tanggung jawab TCP :  
  • melakukan conection-oriented yaitu melakukan  hubungan sebelum proses pertukaran data langsung 
  • menyakinkan bahwa e-mail akan sampai ke tujuan 
  • memeriksa kesalahan dan mengirimkan error kre lapisan atasrjadi jika host jika TCP tidak berhasil melakukan hubungan
       -tanggung jawab IP : 
  • merutekan paket di dalam network 
  • mengirim pesan kesalahan melalui ICMP jika data tidak sampai ke tujuan 
   7. A. ASCII = metode text yang dipakai transfer data 
       B. Bandwith = jalur lalu lintas data 
       C. Bit = satuan desimal 
       D. Byte = kumpulan dari beberapa Bit ( 1 Byte = 8 Bit )

   8. - Destination unreacheable : terjadi jika host , jaringan , port/protokol tertentu tidak dapat di jangkau.
       - Time Excended : dimana datagram tidak bisa dikirim karena time to life habis 
       - Echo Request dan Reply Message : pesan ini saling mempertukarkan data antara host.
   
   9. Kelas                                      Range 
       A                                       10.0.0.0  s/d  10.255.255.255 
     B                              172.16.0.0  s/d  172.31.255.255
       C                                        192.168.0.0  s/d  192.168.255.255 

   10.   
 
  






Read more >>
 

SEO status

SEO Stats powered by MyPagerank.Net

Sample text

Blogger news


Sample Text